News

AS dan Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Memanas

×

AS dan Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Memanas

Sebarkan artikel ini

Medan, NusantaraTop.co – Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat aksi saling serang yang memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, Rabu (10/6/2026).

Pemerintah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target Iran setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh helikopter Apache milik AS di wilayah Selat Hormuz.

Langkah tersebut semakin memperburuk situasi dan menimbulkan keraguan terhadap upaya perdamaian yang sebelumnya mulai dibangun.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer itu menargetkan sistem pertahanan udara Iran, radar, serta lokasi kendali di sekitar Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, serangan tersebut merupakan respons proporsional atas dugaan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat dan kapal-kapal komersial di kawasan Teluk.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pulau Qeshm dan kota pelabuhan Sirik di Selat Hormuz menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat.

Iran juga membantah tuduhan telah menargetkan helikopter Apache milik AS.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Arakci melalui akun X menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam terhadap ancaman maupun serangan yang diterima.

“Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman tanpa balasan,” tulis Abbas Arakci.

Pada Rabu pagi, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania serta 21 target lainnya di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait dan Bahrain.

Namun, seorang pejabat Amerika Serikat yang enggan disebutkan namanya mengatakan hampir seluruh rudal dan drone yang diluncurkan Iran berhasil dicegat.

Sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban dari pihak militer Amerika Serikat.

CENTCOM juga memastikan dua awak helikopter Apache yang sebelumnya menjadi sasaran berada dalam kondisi stabil.

Memanasnya konflik antara kedua negara langsung berdampak terhadap pasar energi global. Harga minyak dunia tercatat naik sekitar 1 persen pada perdagangan awal Asia, Rabu pagi.

Sebelumnya, Donald Trump beberapa kali menyatakan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan baru. Namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan sejak gencatan senjata rapuh dimulai pada awal April lalu.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights