Medan, NusantaraTop.co — Gerakan Aksi Solidaritas Mahasiswa Sumatera Utara (GASMA SUMUT) kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid II di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), Selasa (27/01/2026). Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang dinilai belum mendapat respons maupun langkah hukum konkret dari aparat penegak hukum.
Dalam aksinya, GASMA SUMUT menyoroti dugaan maraknya praktik perjudian jenis togel dan mesin tembak ikan di Kabupaten Asahan. Aktivitas ilegal tersebut diduga dikendalikan oleh seorang bandar berinisial TM dan disebut masih beroperasi secara terbuka.
Lebih jauh, massa aksi juga menyinggung adanya dugaan pembiaran bahkan perlindungan oleh oknum aparat di Polres Asahan, sehingga praktik perjudian tersebut tidak tersentuh penegakan hukum.
Koordinator Aksi GASMA SUMUT, Muhammad Akmal, dalam orasinya menyatakan bahwa kondisi tersebut telah mencederai rasa keadilan masyarakat serta merusak marwah institusi Kepolisian Republik Indonesia.
“Kami datang bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menuntut keadilan. Jika praktik perjudian dibiarkan dan diduga dibackup oleh oknum aparat, maka ini adalah bentuk kegagalan penegakan hukum,” tegas Akmal di hadapan massa aksi.
Baca Juga : GASMA Sumut Gelar Aksi di Polda, Soroti Dugaan Judi Togel dan Tembak Ikan di Asahan
Dalam pernyataan sikapnya, GASMA SUMUT menyampaikan enam tuntutan utama, di antaranya mendesak Kapolda Sumatera Utara membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan perjudian di Kabupaten Asahan, memeriksa Kapolres Asahan, menangkap dan memproses hukum TM selaku terduga bos judi, serta melibatkan Propam Polri untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat secara transparan dan tanpa tebang pilih.
Sementara itu, Koordinator Lapangan GASMA SUMUT, Nazar Tarigan, menegaskan bahwa aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kontrol sosial yang sah dan dijamin oleh undang-undang.
“Kami memastikan aksi ini berjalan damai dan konstitusional. Namun kami juga menegaskan, apabila tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, GASMA SUMUT akan terus melakukan aksi lanjutan,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. GASMA SUMUT berharap Kapolda Sumatera Utara segera mengambil langkah tegas demi menegakkan supremasi hukum, memulihkan kepercayaan publik, serta membersihkan institusi Polri dari oknum yang mencederai profesionalisme dan integritas.(red/tim)












