NewsPendidikanTeknologi & Digital

Ilmuwan Serbia Uji Coba Ulat Tepung untuk Hancurkan Plastik Styrofoam

×

Ilmuwan Serbia Uji Coba Ulat Tepung untuk Hancurkan Plastik Styrofoam

Sebarkan artikel ini
Tampak ulat tepung di fasilitas riset Institut Biologi yang berbasis di Beograd, Serbia, 18 Agustus 2025. REUTERS/Zorana Jevtic

Belgrade, NusantaraTop.co – Para ilmuwan di Serbia tengah melakukan penelitian unik: menggunakan ulat tepung (mealworms) untuk memecah limbah plastik, khususnya polystyrene atau lebih dikenal dengan Styrofoam.

Penelitian ini dipimpin oleh Larisa Ilijin, peneliti utama di Institut Biologi Beograd, dengan dukungan pemerintah Serbia, UNDP, dan sejumlah donor internasional. Hasil awal menunjukkan bahwa larva serangga ini mampu mencerna berbagai plastik, termasuk Styrofoam yang biasa digunakan pada kemasan makanan, insulasi, dan wadah sekali pakai.

Ulat Tepung “Dilatih” Makan Plastik

Dalam riset ini, polystyrene dimasukkan ke dalam makanan reguler ulat tepung kuning (Tenebrio molitor). Menurut Ilijin, meski ulat tepung bisa memakan hampir segala hal, mereka memerlukan adaptasi agar terbiasa mengonsumsi plastik.

“Kami memiliki larva yang telah diadaptasi cukup lama agar bisa mendegradasi plastik seefisien mungkin,” kata Ilijin kepada Reuters.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bakteri dalam usus ulat memecah plastik menjadi karbon dioksida dan air, tanpa meninggalkan mikroplastik dalam tubuh maupun kotorannya.

Dr Larisa Ilijin Peneliti Utama memegang kumbang ulat tepung kuning di atas dua potongan styrofoam di fasilitas riset Institut Biologi Beograd Serbia 18 Agustus 2025 REUTERSZorana Jevtic

Solusi untuk Krisis Sampah Serbia

Penelitian ini menjadi harapan baru bagi Serbia yang saat ini hanya mendaur ulang 15% limbah kota—jauh di bawah target Uni Eropa sebesar 55%. Bahkan, limbah rumah tangga yang didaur ulang masih di bawah 2%, sementara lebih dari 84% berakhir di sekitar 3.000 TPA, banyak di antaranya tidak terkelola dengan baik.

“Styrofoam butuh lebih dari 500 tahun untuk terurai di alam. Cara ini bisa menjadi solusi besar untuk masalah sampah plastik,” tegas Ilijin.

Potensi Bisnis Ramah Lingkungan

Institut Biologi telah menyerahkan sejumlah kontainer berisi ulat tepung kepada perusahaan Belinda Animals di Beograd. Perusahaan ini kini membiakkan ulat tersebut dan berharap membangun jaringan peternakan serupa.

“Untuk menghancurkan 1 kg Styrofoam, larva hanya mengeluarkan 1–2 gram karbon dioksida. Jika dibakar, Styrofoam menghasilkan emisi lebih dari 4.000 kali lipat,” jelas pemilik Belinda Animals, Boris Vasiljev.

Ke depan, Boris juga membayangkan ulat tepung ini dapat digunakan sebagai pakan ternak jika budidayanya mencapai skala industri.

Tantangan Regulasi

Meski menjanjikan, pemanfaatan ulat tepung untuk pengelolaan limbah plastik masih dalam tahap awal. Serbia masih perlu menyusun aturan resmi yang mengizinkan penggunaan dan penjualan produk serangga sebagai bahan pakan. (red)

Sumber : Reuters

Editor : Pahotan M H

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights