SHANGHAI, NusantaraTop.co – Sebuah lubang raksasa (sinkhole) tiba-tiba menganga di jalan raya padat di Shanghai pada 11 Februari 2026. Peristiwa mengejutkan itu menelan sebagian besar badan jalan di dekat lokasi pembangunan jalur metro aktif, menghentikan arus lalu lintas dan memicu respons cepat tim darurat.
Insiden terjadi di persimpangan Qixin Road dan Li’an Road, Distrik Minhang, Shanghai. Rekaman CCTV dan video warga yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen dramatis saat permukaan aspal retak, lalu ambles dalam hitungan detik hingga membentuk kawah besar.
Dalam tayangan tersebut, retakan tampak menyebar cepat sebelum badan jalan runtuh sepenuhnya, membuat material jalan dan puing-puing jatuh ke dalam rongga besar di bawahnya. Warga dan pengendara yang berada di sekitar lokasi bergegas menyelamatkan diri sesaat sebelum tanah di bawah kaki mereka amblas.
Tak Ada Korban Jiwa
Otoritas setempat memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa ini. Waktu kejadian yang berdekatan dengan zona konstruksi aktif serta kesiapsiagaan pekerja di lokasi disebut membantu proses evakuasi berjalan cepat.
Lubang tersebut muncul di dekat area pembangunan Jalur Jiamin, bagian dari ekspansi sistem metro Shanghai. Dugaan awal menyebutkan adanya kebocoran air yang dilaporkan sehari sebelumnya di lokasi proyek kemungkinan melemahkan struktur tanah di bawah jalan.
Ketika tanah tak lagi mampu menopang beban permukaan aspal, amblesan pun tak terhindarkan.
Respons Darurat dan Penutupan Jalan
Tim darurat dari China Railway Tunnel Bureau bersama otoritas lokal segera menutup akses jalan dan memasang pembatas di sekitar lokasi untuk mencegah risiko lanjutan. Alat berat seperti ekskavator dan pompa air dikerahkan guna menstabilkan area terdampak dan menyelidiki kondisi bawah tanah.
Pemerintah distrik memperingatkan bahwa ruas Qixin Road yang terdampak akan tetap ditutup hingga dinyatakan aman bagi kendaraan dan pejalan kaki. Proyek konstruksi di sekitar lokasi juga untuk sementara dihentikan sambil menunggu hasil evaluasi teknis.
Faktor Geologi dan Risiko Perkotaan
Ahli geologi perkotaan menyebut sebagian wilayah Shanghai memang rentan terhadap penurunan tanah (subsidence) karena karakteristik tanah aluvial yang lunak serta pembangunan bawah tanah yang masif.
Kombinasi kelembapan tanah tinggi, ekstraksi air tanah, serta tekanan infrastruktur seperti pembangunan jalur metro dapat menciptakan rongga di bawah permukaan. Jika rongga tersebut membesar, tanah di atasnya bisa runtuh secara tiba-tiba dan membentuk sinkhole dalam hitungan detik.
https://x.com/Breaking911/status/2021938014209871967?s=20
Video Viral dan Reaksi Publik
Video amblesnya jalan di Shanghai dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran publik terkait keamanan infrastruktur perkotaan. Beberapa rekaman memperlihatkan kendaraan berhenti tepat sebelum jalan amblas.
Meski sempat muncul keraguan atas keaslian sejumlah video, otoritas setempat menegaskan bahwa peristiwa tersebut nyata dan sesuai dengan laporan resmi di lokasi proyek metro.
Dampak terhadap Infrastruktur
Amblesan ini mengganggu lalu lintas di Distrik Minhang dan memaksa pengalihan arus kendaraan. Pemerintah kota berjanji meningkatkan pemantauan pada ruas jalan yang dianggap rawan serta meninjau ulang protokol keselamatan di sekitar proyek infrastruktur besar.
Insiden ini menjadi pengingat akan tantangan menjaga stabilitas tanah di kota megapolitan yang berkembang pesat seperti Shanghai.
Sumber: The Sunday Guardian
Editor: Pahotan M Hutagalung












