Medan, NusantaraTop.co – Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, menyampaikan keprihatinannya terkait kualitas dan penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 12 Medan, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (24/10/2025).
Dame mengungkapkan keluhan ini usai menerima aspirasi dari sejumlah orang tua siswa yang menilai menu MBG tidak sesuai dengan standar gizi sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto.
“Menu yang disajikan tidak sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak bangsa, bukan sekadar formalitas. Pihak pengelola MBG di Medan Helvetia harus sungguh-sungguh memperhatikan kualitas dan kelayakan menu,” tegasnya.
Banyak orang tua siswa SMAN 12 Medan melaporkan ketidaksesuaian porsi, kualitas bahan makanan, hingga variasi menu yang dinilai jauh dari standar gizi seimbang. Bahkan sebagian orang tua mengusulkan agar program MBG diganti dengan uang jajan tunai, agar siswa bisa memilih sendiri makanan yang mereka anggap layak.
Dame menilai, keluhan tersebut muncul karena adanya dugaan bahwa program ini dijalankan tidak sesuai tujuan, bahkan dikhawatirkan menjadi peluang bisnis bagi pihak tertentu.
Minta Pengawasan Ketat dari Dinas Pendidikan
Anggota Komisi II DPRD Medan ini juga meminta Dinas Pendidikan Sumut dan pihak sekolah memperketat pengawasan pelaksanaan MBG di seluruh sekolah penerima.
“Jangan sampai program yang baik ini kehilangan esensinya hanya karena kelalaian pengelola. Anak-anak kita berhak mendapat makanan sehat, bergizi, dan layak konsumsi,” tambahnya.
Libatkan Orangtua dan Masyarakat Awasi Program
Dame juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua siswa, turut aktif mengawasi, mendokumentasikan, dan melaporkan jika menemukan menu tidak sesuai standar atau penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Kita semua harus ikut menjaga agar program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa. Ini untuk masa depan generasi muda kita,” sebutnya.
Laporan: Jonathan Panggabean
Editor: Pahotan M. Hutagalung












