Medan, NusantaraTop.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan berhasil menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi narapidana (napi) melalui panen sawi pahit seberat 300 kilogram, Selasa (17/3/2026).
Panen tersebut dilakukan di lahan pertanian area beranggang luar lapas. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Medan, Yan Patmos, sebagai bagian dari upaya pembinaan berbasis keterampilan produktif.
Yan Patmos menyampaikan, hasil panen tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program pembinaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
“Hasil panen kali ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pembinaan, tetapi juga memiliki nilai jual yang kompetitif. Sawi pahit ini rencananya akan didistribusikan ke pasar induk serta digunakan sebagai bahan makanan internal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yan menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah memberikan transfer ilmu dan keterampilan praktis kepada para narapidana, khususnya di bidang agribisnis.
Menurutnya, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para napi setelah menyelesaikan masa pidana, sehingga mampu mandiri secara ekonomi di tengah masyarakat.
“Harapannya, keterampilan ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti,” tuturnya.
Lapas Tanjung Gusta Medan juga menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia. Upaya ini dilakukan guna mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian bagi para narapidana.(red)
Laporan : Dara Mustika
Editor : Pahotan M Hutagalung












