Medan, NusantaraTop.co – Sebuah unggahan viral di media sosial memicu perhatian publik setelah akun Instagram milik Rani Wasty Hutapea mengungkap dugaan kasus penganiayaan yang menimpa adiknya, seorang prajurit TNI aktif bernama Serda A. Hutapea.
Dalam unggahannya, Rani menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada sejumlah petinggi TNI, di antaranya Agus Subiyanto selaku Panglima TNI, Maruli Simanjuntak (Kasad), serta jajaran pejabat lainnya di lingkungan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Dugaan Penganiayaan Berulang
Rani mengungkapkan bahwa adiknya yang bertugas di Kostrad diduga mengalami penganiayaan sebanyak tiga kali dalam rentang Juli hingga Desember 2025.
Ia merinci, kejadian pertama menyebabkan korban mengalami luka berat. Pada kejadian kedua, korban diduga diracuni dengan air deterjen. Sementara kejadian ketiga terjadi saat korban dalam kondisi sakit, di mana pelaku disebut melakukan kekerasan fisik, termasuk menendang serta berupaya menyiram korban.
“Adik saya sampai mengalami gangguan kesehatan dan mental akibat kejadian tersebut,” tulis Rani dalam unggahannya.

Korban Justru Ditahan
Yang menjadi sorotan, menurut Rani, Serda A. Hutapea justru menjalani proses hukum militer dengan tuduhan THTI (tidak hadir tanpa izin) setelah sempat melarikan diri dari kesatuan karena tidak tahan dengan perlakuan tersebut.
Saat ini, korban dilaporkan tengah ditahan dan menjalani proses hukum di fasilitas militer. Sementara itu, laporan terkait dugaan penganiayaan disebut masih berjalan.
Pelaku Diduga Naik Pangkat
Hal lain yang memicu polemik adalah klaim bahwa sejumlah terduga pelaku justru mendapatkan kenaikan pangkat per 1 April 2026.
Rani mempertanyakan hal tersebut, mengingat menurutnya tidak ada tindakan tegas maupun pencatatan pelanggaran terhadap para pelaku di internal kesatuan.
“Bagaimana bisa pelaku penganiayaan justru naik pangkat, sementara korban malah ditahan?” tulisnya.
Desakan Investigasi
Dalam pernyataannya, Rani juga mendesak pimpinan TNI untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk memeriksa pihak-pihak di internal kesatuan yang diduga mengetahui namun tidak menindaklanjuti laporan penganiayaan.
Ia berharap kasus ini mendapat perhatian serius demi tegaknya keadilan serta menjaga integritas institusi militer.
Viral di Media Sosial
Unggahan tersebut kini telah tersebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam respons dari warganet, yang sebagian besar meminta transparansi serta kejelasan dalam penanganan kasus ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI terkait kebenaran maupun perkembangan kasus yang disampaikan dalam unggahan tersebut.(red/tim)












